aku ingin kamu disini
bersamaku
di sampingku
memelukku
menjagaku
menghapus air mataku
tersenyum atas senyumku
tertawa bersamaku
menemani tidurku
tapi menginginkan itu terjadi
sesulit menurunkan salju di katulistiwa
Wednesday, April 14, 2010
Monday, April 12, 2010
Aku tak suka merindukanmu
Aku tak suka merindukanmu
karena itu menyesakkan dadaku
aku tak suka merindukanmu
karena itu hanya akan mengalirkan air mataku
aku tak suka merindukanmu
karena itu membuatku merasa sendiri
aku tak suka merindukanmu
karena aku tersiksa olehnya
aku tak suka merindukanmu
karena persaaan kosong itu menghantuiku
aku sungguh-sungguh tak suka merindukanmu
terutama karena aku tak tahu apakah kau juga merindukanku
aku tak suka merindukanmu
karena itu hanya akan mengalirkan air mataku
aku tak suka merindukanmu
karena itu membuatku merasa sendiri
aku tak suka merindukanmu
karena aku tersiksa olehnya
aku tak suka merindukanmu
karena persaaan kosong itu menghantuiku
aku sungguh-sungguh tak suka merindukanmu
terutama karena aku tak tahu apakah kau juga merindukanku
Saturday, April 10, 2010
Andai......
Andai rindu ini bisa jadi milikmu
dan hanya milikmu
betapa sederhanya
Andai rindumu hanya milikku
dan hanya milikku
betapa sederhanya
Andai apa yang kita sebut cinta
hanya milik kita
betapa indahnya
tapi.......
dalam rinduku
ada dia-ku
dalam rindumu
ada dia-mu
dalam apa yang kita sebut cinta
ada mereka
dan semua tak akan pernah menjadi sederhana
Saturday, March 13, 2010
Dear Pelangi
Apa kabar pelangi?
lama tak melihatmu di sini
yups....
aku tak ingat lagi sudah berapa lama
ingatkah kamu?
pelangi....
dengan tujuh warna kata mereka
tapi....
bagiku kamu lebih dari sekedar warna
kamu adalah keindahan usai badai
setidaknya bagiku
dan aku suka
Dear pelangi...
akankah kamu tinggal lebih lama kali ini?
atau kamu hanya singgah sejenak?
Pelangi....
jika kamu tinggal lebih lama
akan ada banyak cerita
yang kamu tahu pasti tentang apa
:)
Thursday, January 14, 2010
Monday, November 23, 2009
Yang Ku Mau
yang kumau
menjadi punggung tempat kamu bersandar
saat kamu lelah untuk tetap tegak
yang kumau
menjadi bahu tempat kamu menangis
saat kamu merasa air mata itu layak untuk mengalir
yang kumau
menjadi telinga yang mendengarkanmu
saat kalimat dan kisah itu mengalir dari sepasang mitraliurmu
yang kumau
menjadi teman seperjalananmu
saat kita melangkah ditrack yang sama
tapi saat kamu menetapkan arah jalan yang berbeda
siapa aku hingga harus mengikuti trackmu?
menjadi punggung tempat kamu bersandar
saat kamu lelah untuk tetap tegak
yang kumau
menjadi bahu tempat kamu menangis
saat kamu merasa air mata itu layak untuk mengalir
yang kumau
menjadi telinga yang mendengarkanmu
saat kalimat dan kisah itu mengalir dari sepasang mitraliurmu
yang kumau
menjadi teman seperjalananmu
saat kita melangkah ditrack yang sama
tapi saat kamu menetapkan arah jalan yang berbeda
siapa aku hingga harus mengikuti trackmu?
Friday, October 16, 2009
Cukup
"aku takut....."
kata lelaki itu di tengah matahari
"takut apa?"
tanyaku
"aku takut jatuh cinta sama kamu"
jawabnya tanpa menatapku
"kenapa?"
tanyaku
"karena yang kuingingkan saat ini hanya berada di sampingmu
yang aku inginkan hanya memlukmu
dan kamu tahu
aku gak bisa"
aku tersenyum
pada kekasihku
kekasih rahasiaku
kekasih terlarangku
"aku mengerti"
dan disudut hatiku aku berbisik
aku tak perduli akankah kamu mencintaiku
aku tak perduli akankah kamu berpaling padaku
aku tak perduli akankah kamu mempertahankanku
karena saat aku tahu
ada namaku di sudut dinding hatimu
dengan font terkecil sekalipun
bagiku itu sudah cukup
kata lelaki itu di tengah matahari
"takut apa?"
tanyaku
"aku takut jatuh cinta sama kamu"
jawabnya tanpa menatapku
"kenapa?"
tanyaku
"karena yang kuingingkan saat ini hanya berada di sampingmu
yang aku inginkan hanya memlukmu
dan kamu tahu
aku gak bisa"
aku tersenyum
pada kekasihku
kekasih rahasiaku
kekasih terlarangku
"aku mengerti"
dan disudut hatiku aku berbisik
aku tak perduli akankah kamu mencintaiku
aku tak perduli akankah kamu berpaling padaku
aku tak perduli akankah kamu mempertahankanku
karena saat aku tahu
ada namaku di sudut dinding hatimu
dengan font terkecil sekalipun
bagiku itu sudah cukup
Subscribe to:
Posts (Atom)

